Rabu, 30 Desember 2015

Hindari Kebiasaan Mendengarkan Musik Pakai Headset Sambil Tidur

Mendengarkan musik menggunakan headset memang bukanlah hal yang dilarang. Untuk sesekali saat kita membutuhkan hiburan kita dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. Namun segala sesuatu memang tidak boleh berlebihan. Karena hal yang berlebihan itu tidak baik dan bisa merugikan kesehatan. Seperti halnya dengan penggunaan headset.
Mulai saat ini sebaiknya hindari penggunaan headset secara berlebihan. Penggunaan dalam jangka yang lama akan merusak sistem pendengaran. Yang lebih berbahaya lagi, jika menggunakan headset sambil hpnya di charger.
Mendengarkan musik pakai headset sambil ngecharger hp dapat membahayakan nyawa anda. Kenapa berbahaya? Karena saat dalam kondisi tidur, kita tidak dapat mengontrol gerakan tubuh, bisa saja kabel headset tertarik dan pada akhirnya ujung kabel terkelupas bagian dalamnya. Kabel yang terkelupas dapat mengahantarkan setruman yang mematikan.
Jika anda masih menganggap ini hanya hal sepele, maka anda wajib membaca beberapa kisah nyata kematian tragis akibat penggunaan headset saat tidur. berikut kisahnya:
1. Seorang wanita di Filipina ditemukan tewas di atas tempat tidurnya. Wanita malang ini dibunuh oleh headsetnya sendiri dalam tidurnya. Crizelle de Vera mengatakan, wanita ini mengecas ponselnya sambil mengenakan headset di telinga dan tertidur. Belum diketahui apakah dia sedang menelpon atau sedang mendengarkan lagu kemudian tertidur, yang jelas ketika jasadnya ditemukan headset masih tertancap di telinganya.
Ketika wanita ini tertidur pulas, ponsel yang terhubung dengan charger terlalu panas, sehingga terbakar dan arus listrikpun mengalir ke telinganya melalui headset yang terhubung. Peristiwa ini terjadi di Filipina pada tanggal 10 Juni 2015 lalu. Vera pun membagikan cerita ini melalui akunnya, supaya orang lebih berhati-­hati saat menggunakan headset.
2. Seorang wanita di Australiapun diberitakan tewas karena kesetrum saat menelpon sambil mencharger ponsel pada Juni 2014 lalu. Ibu dua anak bernama Sheryl Anne Aldeguer itu ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya di East Gosford.
Ia ditemukan menggunakan headphone dan menderita luka bakar parah di telinga serta dadanya. Diduga kuat, charger USB yang sedang digunakan korban untuk mengisi ulang ponsel menghantarkan voltase terlalu tinggi dan menyetrum tubuhnya. Korban dalam posisi sedang menelepon. Dalam penyelidikan, diduga dia tersetrum melalui earphone yang sedang dipakainya.
3. Seorang gadis remaja berusia 18 tahun di Tiongkok meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan. Sebagian tubuhnya hangus terbakar. Di samping jasad gadis itu ditemukan iPhone 4S yang telah hangus terbakar. Remaja tersebut tewas tersetrum listrik yang disinyalir disebabkan iPhone 4S. Wanita itu menggunakan ponselnya dalam keadaan tercharger, sehingga aliran listrik mengalir ke tubuhnya dan membakarnya.
4. Seorang pria dari provinsi Chanthaburi, Thailand, meninggal ketika berbicara melalui ponsel yang sedang di­charge baterainya pada November 2013 lalu. Polisi setempat yang dipanggil oleh ayah korban menemukan jasad pria tersebut di atas lantai sedangkan Tangan korban ditemukan memegang ponsel yang tersambung dengan charger
Polisi setempat menduga korban menggunakan handphonenya ketika berbaring di atas kasur. Bagian dada sebelah kiri korban mengalami luka bakar, dan tangan kirinya mengalami luka bakar parah sampaisampai handphone yang ia pegang menempel di tangannya.
Nah sahabat menyeramkan bukan.. 4 kasus tersebut diatas cukup menjadi pelajaran agar kita lebih berhati­hati lagi dan jangan menganggap itu hal sepele. Kesehatan itu mahal, maka jaga tubuh kita dan menjauhlah dari hal yang membahayakan.

Sumber: PINTARIN.COM

Perbedaan gejala penyakit sariawan dan penyakit mematikan





Waspada! Awalnya mirip sariawan, ternyata mematikan.
Benarkah itu? Ada berbagai jenis penyakit yang ada didunia ini dan telah banyak mengalami perkembangan yang cukup tinggi karena semakin buruknya kondisi alam dan juga pola hidup yang kurang sehat.
Sariawan merupakan salah satu jenis penyakit yang terbilang masih ringan dan sering diderita oleh banyak orang karena makan makanan yang mengandung minyak dan ternyata ada beberapa jenis penyakit mematikan yang gejalanya mirip dengan penyakit sariawan lho...
Inilah Penjelasannya!
Sekarang ini telah banyak ditemukan berbagai jenis penyakit mematikan yang banyak diderita oleh mayoritas orang di dunia ini.
Penyakit mematikan tersebut telah banyak mengalami perkembangan yang cukup tinggi sehingga banyak orang yang tidak dapat membedakan gejala atau tanda-tanda awal penyakit ini.

Penyakit yang sering diderita oleh sebagian besar orang adalah sariawan dan ternyata anda perlu waspada dengan penyakit ini. Sariawan memang bisa dibilang bukanlah kategori penyakit yang mematikan dan biasanya akan sembuh dalam waktu yang tidak lama.
Jika anda mengalami sariawan yang tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama maka anda harus segera memeriksakan diri ke dokter, karena ada penyakit mematikan yang mirip sariawan sehingga penderita tidak menyadari dengan adanya penyakit mematikan itu.

Penyakit sariawan biasanya ditandai dengan luka pada lidah, luka pada sekitar area cerminan dinding mulut, dan luka pada gusi. Pada sakit sariawan, daerah di sekitar luka akan melunak sedangkan jika penyakit mematikan jika disentuh pada daerah sekitar luka akan mengeras.
Jadi anda dapat membedakan gejala penyakit mematikan meskipun gejalanya mirip dengan sariawan.

Waspada sariawan yang mematikan, menurut Dr. I.B.Tjakra Wibawa Manuaba, ada sebuah penyakit mematikan yang gejalanya hampir mirip dengan penyakit sariawan.
Penyakit mematikan tersebut adalah penyakit kanker lidah. Perbedaan gejala penyakit kanker dengan penyakit sariawan yaitu:
- Pada penyakit sariawan maka daerah disekitar luka seperti lidah dan mulut akan lunak jika disentuh, namun jika merupakan penyakit mematikan yaitu kanker maka daerah sekitar luka akan mengeras jika disentuh.

- Pada penyakit sariawan lukanya akan berpindah-pindah, sedangkan pada penyakit kanker lukanya akan berada pada satu tempat saja tidak berpindah-pindah.

- Pada penyakit sariawan cepat sembuh, sedangkan pada penyakit mematikan tidak kunjung sembuh.

- Luka pada penyakit sariawan tidak akan membesar, sedangkan pada penyakit mematikan lukanya akan semakin membesar dan mengalami pembengkakan.

Itulah beberapa informasi seputar perbedaan gejala penyakit sariawan dan penyakit mematikan yang dapat anda pelajari sebagai bahan referensi. Penyakit mematikan yang gejalanya mirip sariawan adalah penyakit kanker yaitu kanker rongga mulut.
Kanker rongga mulut merupakan penyakit kanker yang menyerang bagian rongga mulut seperti lidah, gusi, langit-langit, dasar mulut, pipi, dan bagian belakang rongga mulut.

Ada beberapa hal penyebab kanker rongga mulut ini yaitu:

1. Kondisi rongga mulut yang tidak bersih sehingga banyak bakteri yang berkembang dengan cepat di dalamnya.

2. Kebiasaan merokok yang tinggi.

3. Mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jangka waktu yang lama.

4. Menggunakan gigi palsu yang tidak berkualitas bagus, ada bagian gigi palsu yang dapat menusuk bagian rongga mulut dan gusi sehingga dapat memicu terjadinya luka yang dapat berakibat fatal jika terjadi iritasi.

Itulah beberapa informasi seputar penyakit kanker rongga mulut yang memiliki gejala awal seperti sariawan, jadi Waspada!

Siapa kah Sang Desainer Logo Burung Garuda RI???


Lagi-lagi Negara Indonesia sibuk dengan kasus hak cipta, setelah batik dan beberapa onderdil asli indonesia dibajak negara luar, sekarang yang lebih heboh lambang negara indonesia burung garuda mendapat kasus yang sama, salahsatu perusahaan fashion terbesar  “Armani Exchange”. namun kemudian terbukti mereka tanpa sengaja menggunakan lambang tersebut ditambah dengan pernyataan Juru Bicara Kepresidenan, Julian A Pasha, di Kantor Presiden bahwa lambang tersebut bukanlah lambang garuda melainkan menyerupai burung garuda yang menjadi lambang negara indonesia. setelah semua kasus-kasus tersebut berakhir kini tinggal saatnya mengambil hikmah, dengan adanya kasus seperti itu barulah kita menyadari dengan apa yang kita milikit ternyata sangat berharga dan layak untuk dijaga. begitu juga hal nya dengan lambang garuda dengan kasus tersebut akhirnya terungkap siapa desainer yang telah merumuskan lambang garuda.
Sejarahnya berawal pada tahun 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan namaPanitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir, dan RM Ngabehi Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.
Pada tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali – Garuda Pancasila dan disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri.

AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Departemen Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “’tidak berjambul”’ seperti bentuk sekarang ini.
Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes, Jakarta pada 15 Februari 1950.
Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno.
Tanggal 20 Maret 1950, bentuk akhir gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk akhir rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
Hamid II diberhentikan pada 5 April 1950 akibat diduga bersengkokol dengan Westerling dan APRA-nya
Hal lain yang juga dilakukan untuk menghilangkan eksistensi Sultan Hamid II adalah perihal siapa yang menjadi desainer dari Lambang Negara Indonesia yang masih terpakai hingga saat ini, yaitu Burung Garuda (biasa juga disebut Garuda Pancasila). Meski sejarah menutup-nutupi, namun sumbangsih Sultan Hamid II selaku perancang Lambang Negara Indonesia tersebut tak boleh dilupakan.
Boleh jadi sejarah dan pencatatan sejarah tidak berpihak kepada Sultan yang cerdas ini. Begitulah penyakit negara bangsa yang kerap dengan mudahnya menghilangkan jasa-jasa dan apa-apa yang telah diperbuat seseorang hanya karena adanya perbedaan pandangan, adanya perbedaan visi seperti mengenai ideologi dan model/bentuk negara, serta adanya pertentangan politik akibat perbedaan itu, terutama jika bertentangan dengan rezim yang berkuasa. Karena rezim yang berkuasalah yang menentukan seperti apa sejarah hendak dicatat dan diceritakan kepada generasi berikutnya.
sumber : http://kask.us/3240652  , Republika

Cara Mencari Array Satu Dimensi

Array atau sering disebut dengan larik adalah kumpulan elemen data dengan tipe dan nama yang sama. Array termasuk struktur data statis, artinya adalah lokasi memori untuk suatu array tidak dapat ditambah atau dikurangi selama program dijalankan, maka untuk mengubah ukuran dari lokasi memori suatu array harus diperbaiki dalam listing programnya. Array dapat berupa array 1 dimensi, 2 dimensi dan n dimensi. untuk menentukan dimensi array dapat kita lihat dari banyaknya penunjuk index/posisi.
Dikatakan array satu dimensi karena banyaknya penunjuk indeks hanya satu. Sebelum variabel array digunakan maka variabel array harus dideklarasikan terlebih dahulu. Pendeklarasian variabel array satu dimensi sebenarnya hampir sama dengan pendeklarasian variabel yang lain, hanya saja pendeklarasian variabel array diikuti dengan maksimum banyaknya elemen yang dapat disimpan dalam variabel array yang dituliskan dalam pasangan tanda siku pembuka( [ ) dan siku penutup ( ] ). Di dalam bahasa C++, nilai awal index dimulai dari 0 (nol). Maka jika dituliskan banyaknya maksimum elemen adalah N, berarti index yang akan digunakan adalah 0, 1, 2, …, N-1.
Bentuk umum pendeklarasian array satu dimensi:
tipe_data nama_var_array[ukuran];
Dimana:
tipe_data : Menyatakan jenis tipe data elemen array (int, char, float, dll)
nama_var_array: menyatakan nama variabel yang dipakai
ukuran: menunjukan maksimal banyak elemen array.
Contoh:
int nilai[10]
dengan deklarasi di atas maka akan disiapkan lokasi memori untuk variabel array bertipe int sebanyak 10, seperti di bawah ini:
array-1-dimensi
array-1-dimensi
Mengisi Elemen Array Satu Dimensi
Suatu variabel array satu dimensi yang telah dideklarasikan telah dapat diisi elemen data. Mengisi elemen ke dalam suatu vaiabel array satu diemnsi dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu pada saat variabel dideklarasikan (Inisialisasi), menggunakan penugasan (=), dan membaca dari media masukan.
a. Inisialisasi Array Satu Dimensi
Menginisialisasi array sama dengan memberikan nilai awal array pada saat dideklarasikan. Bentuk umum inisialisasi array satu dimensi:
tipe_data nama_var_array[ukuran] = {elemen_0,elemen_1, …, elemen_n-1};
Dimana elemen_0, elemen_1, …, elemen_n-1 merupakan elemen-elemen dari array sebanyak ukuran. Jika banyaknya elemen kurang dari ukuran, maka sisanya akan diberi nilai 0 (nol). Namun jika banyaknya elemen lebih dari ukuran maka akan mengalami kesalahan “Too many initializers“.
Contoh Inisialisasi:
int nilai[10] = {8,12,14,20,30,23,44,53,6,9};
Contoh di atas berarti kita memesan tempat di memori komputer sebanyak 10 dengan index dari 0 sampai dengan 9, dimana elemen-elemen akan dimasukan ke lokasi nilai secara berturut-turut mulai dari index ke-0 hingga index ke-9, seperti berikut ini:
array1d-isi
Array 1 D dengan elemen terisi
Contoh Program:
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
main()
{
  int Nilai[10]={8,12,14,20,30,23,44,53,6,9}; //Memberi nilai dengan inisialisasi secara langsung
  int i, Jumlah = 0;
  float Rata2;
  //Menghitung jumlah
  for(i=0;i<10;i++)
   Jumlah+=Nilai[i]; //sama dengan Jumlah = Jumlah+Nilai[i]
  Rata2 = (float) Jumlah/10;
  //Mencetak elemen array
  cout<<"\n\nDeretan Bilangan = ";
  for(i=0;i<10;i++)
   cout<<Nilai[i]<<" ";
  //Mencetak nilai jumlah
  cout<<"\nJumlah Bilangan = "<<Jumlah;
  cout<<"\nRata-Rata Bilangan = "<<Rata2;
  getch();
}
 b. Menggunakan Operator Penugasan (=)
Mengisi elemen array satu dimensi dengan menggunakan operator penugasan dapat dilakukan dengan bentuk berikut:
nama_var_array[index/posisi] = elemen;
dimana elemen adalah nilai yang akan disimpan di nama_var_array pada index/posisi.
Contoh:
Nilai[0] = 8;
Nilai[1] = 12;
Nilai[2] = 14;
...
Nilai[9] = 9;
Contoh Program:
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
main()
{
  int Nilai[10];
  int i, Jumlah = 0;
  float Rata2;
  //Mengisi elemen array dengan operator penugasan(=)
  Nilai[0]=8;
  Nilai[1]=12;
  Nilai[2]=14;
  Nilai[3]=20;
  Nilai[4]=30;
  Nilai[5]=23;
  Nilai[6]=44;
  Nilai[7]=53;
  Nilai[8]=6;
  Nilai[9]=9;
  //Menghitung jumlah
  for(i=0;i<10;i++)
   Jumlah+=Nilai[i]; //sama dengan Jumlah = Jumlah+Nilai[i]
  Rata2 = (float) Jumlah/10;
  //Mencetak elemen array
  cout<<"\n\nDeretan Bilangan = ";
  for(i=0;i<10;i++)
   cout<<Nilai[i]<<" ";
  //Mencetak nilai jumlah
  cout<<"\nJumlah Bilangan = "<<Jumlah;
  cout<<"\nRata-Rata Bilangan = "<<Rata2;
  getch();
}

c. Dibaca dari Media Masukan
Cara ketiga adalah elemen dibaca dari media masukan (dalam hal ini keyboard). Untuk memberi nilai elemen array satu dimensi dengan keyboard dapat dilakukan dengan perintah:
cin>>nama_var_array[index/posisi];
Contoh:
cin>>Nilai[0]; //Memberi nilai elemen array posisi ke-0
cin>>Nilai[1]; //Memberi nilai elemen array posisi ke-1
cin>>Nilai[2]; //Memberi nilai elemen array posisi ke-2
cin>>Nilai[i]; //Memberi nilai elemen array posisi ke-1 dimana nilai i harus diketahui sebelumnya. Misalnya nilai i=7 berarti memberi nilai elemen array posisi ke-7.
Contoh Program:
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
main()
{
  int Nilai[10];
  int i, Jumlah=0;
  float Rata2;
  //Membaca dan menghitung jumlah
  for(i=0;i<10;i++)
  {
    cout<<"Masukkan elemen ke-"<<i<<" = ";
    cin>>Nilai[i];
    Jumlah+=Nilai[i] // Bentuk lain dari Jumlah=Jumlah+Nilai[i];
  }
  Rata2 = (float)Jumlah/10;
  //Mencetak Elemen array
  cout<<"\n\nDeret Bilangan = ";
  for(i=0;i<10;i++)
    cout<<Nilai[i]<<" ";
  
  //Mencetak nilai jumlah
  cout<<"\nJumlah Bilangan = "<<jumlah;
  cout<<"\nRata-rata Bilangan = "<<Rata2;
  getch();
}
Mengakses Elemen Array Satu Dimensi
Elemen-elemen suatu array satu dimensi dapat diakses dengan menyebutkan nama variabel array yang diikuti dengan index/posisi elemen yang diakses. Pengaksesan elemen array dapat dilakukan berurutan atau random berdasarkan index tertentu secara langsung. contoh:
nama_var_array[index];
Pengaksesan nilai pada index tertentu dapat dilakukan dengan mengeset nilai atau menampilkan nilai pada index yang dimaksud.
Nilai[3]; //Berarti mengakses/mengambil elemen dari variabel array yang nilainya ada di posisi 3
Nilai[6]; //Berarti mengakses/mengambil elemen dari variabel array yang nilainya ada di posisi 6
Contoh Program:
Mengakses nilai terbesar dari sederetan bilangan.
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
main()
{
  int Nilai[20];
  int i, N, Terbesar;
  cout<<"Masukkan Banyaknya Bilangan = ";
  cin>>N;
  cout<<endl;
  //Membaca elemen array
  for(i=0;i<N;i++)
  {
    cout<<"Masukan elemen ke-"<<i<<" = ";
    cin>>Nilai[i];
  }
  Terbesar = Nilai[0]; //elemen pertama dibuat sebagai terbesar
  for (i=1;i<N;i++)
  {
    if(Nilai[i]>Terbesar)
       Terbesar = Nilai[i];
  }
  //Mencetak Elemen Array
  cout<<"\n\nDeret Bilangan = ";
  for(i=0;i<N;i++)
    cout<<Nilai[i]<<" ";
  //Mencetak Bilangan Terbesar
  cout<<"\nBilangan Terbesar = "<<Terbesar;
  getch();
}
Tidak terasa ya, hari sudah siang, demikian dulu sharingnya. insyaAllah lain kesempatan kita sambungan dengan Array Dua Dimensi.
Referensi:
Konsep dan Implementasi Struktur Data dengan C++ (Lamhot Sitorus & David J.M Sembiring)

Senin, 28 Desember 2015

Lakukan Hal Ini Jika Kamu Tersedak, Kram Kaki, Salah Bantal, Kaki Kesemutan

Posted on 2015-12-09 03:13





Jangan panik jika Anda mengalami :
1. Tersedak makanan,
2. Salah bantal,
3. Kram kaki,
4. Kaki kesemutan
Langkah pertolongan sebagai berikut :
1. Langkah penanganan bila tersedak makanan
Cuma butuh “mengangkat tangan”. Di Atlantic Cerminan City, New Jersey, AS, ada seseorang bocah berumur 5 tahun bernama A’Zir Spence yang dengan cara cerdik berhasil menyelamatkan nyawa neneknya, cara yang dipergunakannya sangatlah sederhana, cuma butuh “mengangkat tangan”.
Shirldine Stewart berumur 56 tahun tengah melihat televisi dirumah sembari makan jelly saat cucunya Spence turun ke bawah untuk menanyakan suatu hal kepadanya.
Ketika sang nenek memalingkan muka untuk melihat cucunya, sepotong jelly tersangkut di kerongkongannya. Sang nenek berusaha membantu diri sendiri dengan menekan-nekan bagian perut, tetapi tak ada gunanya, Spence lantas ajukan pertanyaan : “Nek! Apakah nenek tersedak? ”, tetapi sang nenek tidak dapat menjawab. “Saya rasa nenek tersedak. Nek! Mari cepat naikkan tangan nenek! ”
Nenek Stewart lantas mengangkat tangan diatas kepalanya serta ternyata jelly itu keluar dari kerongkongannya. Spence menyampaikan bila cara ini dipelajarinya di sekolah. Jadi langkah penanganan bila tersedak makanan — cuma butuh “mengangkat tangan”.
2. Salah bantal
Kadangkala ketika bangun tidur, anda menemukan diri anda salah bantal, yakni terasa nyeri di leher. Apa yang perlu dilakukan saat salah bantal? Saat terasa salah bantal, anda cuma butuh mengangkat kaki anda, lalu tarik ibu jari kaki serta pijat dengan memutar searah atau berlawanan arah jarum jam
3. Kram kaki
Ketika kram kaki kiri, angkat tangan kanan tinggi-tinggi, saat kram kaki kanan, angkat tangan kiri tinggi-tinggi, segera bakal merasa lebih enak.
4. Kaki kesemutan
Saat kaki kiri kesemutan, ayun telapak tangan kanan dengan sekuat tenaga, saat kaki kanan kesemutan, ayun telapak tangan kiri dengan sekuat tenaga…
Selamat mencoba :)

Inilah Ciri-ciri Dan Tanda Gejala Awal Kanker Payudara

Posted on 2015-11-17 03:14





Kanker payudara merupakan penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi kaum wanita. Penyakit ini juga menjadi penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia , maka sewajarnya penyakit ini menjadi sangat di takuti oleh para kaum wanita , tak hanya bagi wanita saja pria juga bisa terkena kanker payudara .
Oleh karena itu maka sangat penting sekali bagi wanita maupun pria mengenali ciri ciri kanker payudara sejak awal mula , karena dengan mengatahui lebih dini tentang ciri ciri kanker payudara kita akan lebih bijak sana dalam megambil keputusa jika tiba-tiba gejela tersebut anda rasakan .
Ciri Ciri Kanker Payudara Pada Stadium Awal
PERUBAHAN PAYUDARA ANDA
Gejala kanker payudara yang biasanya terjadi yakni berubahnya ukuran payudara, bentuk payudara dan puting pada payudara. Di mana gejala penyakit kanker ini awalnya ditandai dengan permukaan payudara akan berwarna merah, kemudian secara perlahan kulit payudara mulai mengerut. Bahkan dalam kasus lain, warna payudaranya berubah menjadi berwarna orange.
PEMBENGKAKAN PADA PAYUDARA
Gejala dan ciri kanker payudara juga ditandai dengan pembengkakan pada payudara tanpa adanya benjolan, yang merupakan gejala umum pada penyakit kanker ini. Bahkan, kadang-kadang salah satu payudara di pembuluh darahnya jadi lebih terlihat.
BENJOLAN PADA PAYUDARA
Menurut American Cancer Society, gejala dan ciri awal kanker payudara yang signifikan dan sering dialami oleh para wanita yang menderita kanker payudara adalah benjolan pada payudara tidak biasa. Benjolan pada payudara itu biasanya ditandai dengan rasa sakit bila disentuh atau ditekan.
PUTING PAYUDARA MENGELUARKAN CAIRAN ANEH
Jika cairan pada umumnya yang keluar dari payudara normal berwarna putih susu, lain halnya dengan ini. Seringkali cairan yang keluar ini seperti darah, tetapi juga terkadang juga berwarna kuning kehijau-hijauan. Sehingga anda perlu mengambil sikap jika sudah terjadi ciri atau gejala seperti ini untuk memeriksakannya.
Jika suatu saat gejala diatas muncul pada anda maupaun orang-orang terdekat anda , segera lakukan pengobatan secepat mungkin karena jika dibiarkan penyakit kanker payudara tersebut akan merenggut nyawa anda atau orang – orang terdekat anda yang anda sayangi.

Fakta Ilmiah, Mengapa Pacaran Dilarang Dalam Islam

Berpacaran, berpelukan dan bersentuhan dengan lawan jenis sebelum menikah melahirkan gerakan otak, kemaluan dan nafsu. Perhatikan titik merah yang ditangkap X Ray di saat pria-wanita bersentuhan
Dua tahun lalu, tepatnya tahun 2012, peneliti University of St. Andrews di Inggris mengungkapkan sebuah hasil penelitian bahwa ketika fisik perempuan tersentuh oleh pria, suhu kulit tubuh perempuan akan meningkat, khususnya di bagian wajah dan dada.
Riset berjudul “The Touch of a Man Makes Women Hot” dan dipublikasikan di LiveScience, 29 Mei 2012 itu menunjukkan, sentuhan dari pria terbukti mampu membakar gairah seks wanita.
“Perempuan menunjukkan peningkatan suhu ketika mereka terlibat dalam kontak sosial dengan laki-laki,” ungkap salah satu peneliti dari University of St. Andrews, Amanda Hahn.
Hasil riset menemukan, wajah biasanya akan memanas ketika kita sedang mengalami tekanan (stres), takut, atau marah. Emosi lain juga memengaruhi perubahan suhu tubuh.
Peneliti, melakukan eksperimen terhadap sejumlah laki-laki dan perempuan di Inggris. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi rangsangan dengan memperlihatkan foto perempuan heteroseksual, sambil diberi sentuhan pada beberapa bagian tubuh seperti lengan, telapak tangan, wajah, dan dada, dengan menggunakan sinar probe. Sedangkan pada kelompok lain, responden mendapat sentuhan nyata dari pasangan (sebagai experimenter) pada bagian tubuh yang sama.
Ketika merasakan sentuhan tersebut, perempuan akan mengalami peningkatan suhu kulit sampai 10 derajat Celcius. Efeknya dianggap tidak cukup besar, karena bagian tubuh yang disentuh hanya lengan atau telapak tangan (bagian dada dan wajah paling banyak mengalami perubahan). Lonjakan suhu menjadi tiga kali lebih besar ketika experimenter-nya pria.
Namun ketika pria menyentuh bagian dada dan wajah wanita, suhu tubuhnya meningkat lebih panas 0,3 derajat Celsius. Perubahan suhu terbesar terjadi pada wajah.
Namun, tim peneliti tidak dapat mengatakan apakah perubahan tersebut dapat ditangkap dengan jelas oleh mata telanjang, atau apakah hal itu dapat terdeteksi dengan sentuhan.
Bagi pasangan lelaki dan perempuan yang sedang pacaran atau bertunangan, inilah alasan dan sebab mengapa Anda tak perlu bersentuhan dengan bukan mahram.
Islam melarang berpacaran, berpelukan dan bersentuhan dengan lawan jenis sebelum menikah karena sentuhan melahirkan gerakan otak, kemaluan dan nafsu. Ini sesuai dengan pesan agama Islam dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ
“Sekali-kali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 3259).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, :
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada fitnah para wanita.[HR Al-Bukhari no 5096]
Setelah tahu bahaya bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, sebaiknya memilih menikah saja, bukan pacaran.