Senin, 09 November 2015

Telat Nikah

Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.

Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.

Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah. Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.

Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.

Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?

Aku menjawab: Benar.
Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!
Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.
Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.

Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.

Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.

Akupun pergi ke Mekah. Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah. Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.

Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.
Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:

(وكان فضل الله عليك عظيما)
“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”. (An Nisa': 113)

Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.

Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.
Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضي)
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)

Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.

Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo. Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.

Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun. Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku. Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?

Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi. Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang. Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.

Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..

Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku. Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku. Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga. Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.

Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.

Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu. Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya. Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.

Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu. Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.

Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.
Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.

Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan. Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku. Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku. Perasaanku mulai diliputi kecemasan. Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.

Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan. Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.

Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman. Dia minta kepadaku untuk cek darah.

Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikutnya, karena hasilnya sudah jelas. Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”

Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya. Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.

Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung. Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.

Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:
Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan. Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar. Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan. Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah. Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.

Aku dikagetkan dengan pernyataannya:

“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?

Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan. Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?

Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.

Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.

Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضى)
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )
“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu. Bila artikel ini ada manfaatnya silahkan di-share. [Dikutip dari: Cirebon Tanpa Pacaran]


Sumber: Sebarkanlah.com

Rabu, 04 November 2015

Apa itu Disposis?

Dalam Surat menyurat kalian akan sering mendengar kata Disposisi apa lagi jika anda bekerja sebagai sekertaris dalam suatu perusahaan. disini saya hanya mencoba memberikan pengertian secara sederhana agar pengertian disposisi semakin mudah untuk dipahami.

Apa itu Disposisi?

Disposisi adalah Tindakan atau lanjutan dari pimpinan kepada bawahan yang berupa memo atau perintah yang menjelaskan tentang pekerjaan apa yang seharusnya dikerjakan dan siapa penanggung jawabnya sesuai keinginan pimpinan. Disposisi biasanya merupakan tindakan yang diambil pimpinan sehubungan adanya surat masuk dari luar instansi maupun dari dalam instansi itu sendiri. Meskipun bagian administrasi memahami akan isi dan maksud surat itu namun yang berhak menindak lanjuti atas surat tersebut adalah Pimpinan sehingga pimpinan perusahaan atau instansi akan mengeluarkan disposisi dalam lembar lain atau dalam lembar surat itu juga.

Rabu, 28 Oktober 2015

Bahagia Itu Sederhana..

9 Tips Ini Agar Hidup Lebih Bahagia:


1. Jangan Takut dan Khawatir

Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut?

2. Jangan Pernah Menyimpan Dendam

Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Maukah anda membawanya sepanjang hidup? …. Saya rasa tidak. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif.

3. Fokus Pada Satu Masalah

Jika kita memiliki beberapa masalah, selesaikanlah masalah kita satu per satu. Jangan terpikirkan untuk menyelesaikan masalah secara sekaligus karena justru akan membuat kita semakin stress.

4. Jangan Membawa Tidur Masalah Anda

Masalah adalah hal yang sangat buruk untuk kesehatan tidur kita. Pikiran bawah sadar kita adalah hal yang luar biasa yang dapat membuat kita gelisah dan tidur kita menjadi tidak nyenyak.

5. Jangan Mengambil Masalah Orang Lain Untuk Anda Selesaikan

Membantu orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi jika kita mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikan masalah orang lain tersebut justru itulah kesalahan terbesar.

Biarkanlah orang tersebut yang menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar.

6. Jangan Hidup di Masa Lalu

Mungkin terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan di masa lalu tetapi jangan anda terlena didalamnya. Konsentrasilah dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Saya yakin kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding dengan mengingat-ngingat kebahagiaan di masa lalu.

7. Jadilah Pendengar yang Baik

Mungkin sebagian besar orang termasuk saya susah untuk menjadi pendengar yang baik. Justru sebaliknya kita mengharapkan orang lain yang mendengarkan omongan kita, tetapi sebetulnya dengan belajar mendengarkan orang lain, kita akan mendapatkan banyak hal baru yang dapat sangat berguna bagi kebahagiaan hidup kita.

8. Jangan Biarkan Frustasi Mengatur dan Bahkan Mengacaukan Hidup Anda

Kasihanilah diri kita lebih dari apa pun, maksud saya adalah janganlah kita menyerah pada frustasi. Maju terus. Ambillah tindakan-tindakan positif dan lakukanlah dengan konsisten.

9. Bersyukurlah Selalu

Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.

  • Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan tegas berarti aku masih punya orang tua.
  • Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, itu berarti aku mampu bekerja keras.
  • Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah, itu berarti aku punya teman.
  • Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku cukup gizi.
  • Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, itu berarti aku memiliki pakaian.
  • Membersihkan halaman rumah, jendela, memperbaiki talang dan selokan air, itu berarti aku memiliki tempat tinggal.
  • Mendapatkan banyak tugas yang merepotkan, itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya.
  • Mendapatkan rekan kerja/bisnis yang mengesalkan menandakan karier/bisnisku masih bergerak dan hidup.
  • Mendapatkan banyak komplain dari pelanggan kita menandakan kita masih punya pelanggan, masih loyal dan menginginkan kita menuju perubahan ke arah lebih baik.
  • Mendengar nyanyian yang fals, itu berarti aku masih bisa mendengar.
  • Mendengar bunyi jam alarm di pagi hari, itu berarti aku masih hidup.
  • Menderita sakit, berarti Allah sedang membersihkan diriku dari dosa-dosa, agar diriku bersih ketika kembali ke alam baka dan masuk syurga.
  • Subhanallah. Ternyata masih banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari.
  • Aku juga bersyukur mendapatkan pesan ini, karena secara tidak sadar aku masih memiliki teman yang masih peduli padaku.
  • Seseorang yang peduli tentang aku telah mengirimkannya kepadaku.
  • Dan karena aku peduli tentangmu maka aku kirim juga kepadamu.
  • Berhenti mengeluh dan bersyukurlah. Bersyukur dalam setiap keadaan.
Semoga yang membaca pesan ini selalu diberkahi dengan kesehatan, kebahagiaan dan kedamaian.
Aamiin..

Sumber: KabarMakkah.Com

Selasa, 27 Oktober 2015

APA ITU TA'ARUF?

ilustrasi by NYOL NYOL Comics
Panduan Ikhtiar Ta’aruf:
Saat ada pertanyaan “Berapa sih idealnya jangka waktu ta’aruf (pranikah) hingga menikah?” Kebanyakan mungkin akan menjawab, “Kalau sudah cocok sebaiknya disegerakan” atau “Tidak perlu proses yang berlama-lama”, tanpa menyebutkan jangka waktu yang pasti Kalau saya yang ditanya, bisa saya jawab “Insya Allah cukup 12 pekan saja” Bagaimana caranya? Berikut ini saya sampaikan beberapa tahapan yang bisa dipraktekkan.
Tahap Persiapan Ta’aruf
Seperti kata-kata bijak yang cukup sering didengar “Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal”; begitu pula dalam ikhtiar ta’aruf ini. Sebelum melangkah jauh dalam ikhtiar ta’aruf tentunya ada beberapa aspek yang perlu dipersiapkan, antara lain:
1. Persiapan Diri
Abdullah Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.”(Muttafaq Alaihi)
Kesiapan ilmu, mental, psikologis, finansial, dll. wajib dipenuhi sebelum berikhtiar ta’aruf. Cukup banyak konselor pernikahan yang memberikan pencerahan seputar persiapan diri ini sehingga tidak perlu saya sampaikan panjang lebar, silakan mengambil referensi dari apa yang telah mereka sampaikan. Anda juga bisa mengikuti kajian dan seminar pranikah, ataupun kursus pranikah yang diadakan beberapa lembaga Islam untuk persiapan diri ini.
2. Pengkondisian Orang Tua
Pengkondisian ke orang tua terkadang dilupakan sebagian rekan dalam ikhtiar ta’arufnya, padahal faktor orang tua bisa menjadi salah satu penyebab lamanya proses ta’aruf karena orang tua belum terkondisikan. Banyak yang berproses ta’aruf terlebih dulu, baru setelah bertemu dengan yang cocok mereka baru menyampaikan bahwa sudah punya calon ke orang tua mereka. Bisa jadi hal ini akan membuat ‘kaget’ orang tua, dan akhirnya proses ta’aruf pun tidak berlanjut. Idealnya pengkondisian orang tua harus dijalani dulu, baru setelah orang tua terkondisikan proses ta’aruf bisa dimulai. Tips-tips agar proses ta’aruf tak “mentok” di orang tua bisa dibaca di artikel yang pernah saya tulis di tautan ini.
Orang tua yang sudah terkondisikan bagi seorang wanita adalah wali yang siap menikahkan apabila sudah ada yang cocok, tidak perlu menunggu lama-lama, bagi seorang ikhwan dalam bentuk restu menikah dalam waktu dekat. Meskipun orang tua merestui untuk menikah tapi menikahnya baru boleh sekian tahun lagi berarti masih belum terkondisikan. Kondisikan dan mintalah restu ke orang tua sebelum berikhtiar ta’aruf, insya Allah akan dimudahkan proses ikhtiarnya.
3. Membuat Biodata/CV Ta’aruf
Dengan alasan kemudahan proses, metode tukar menukar biodata biasa saya gunakan dalam mengawali mediasi proses ta’aruf. Biodata dalam bentuk softcopy akan lebih mudah diproses karena bisa saling ditukarkan lewat email, dan membutuhkan waktu yang lebih singkat bila dibandingkan dengan tukar menukar biodata dalam bentuk hardcopy.
4. Mencari Perantara/Pendamping
Dari Jabir Bin Samurah Radhyallahu’anhu, dari Rasulullah bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duaan dengan wanita, karena syaitan akan menjadi ketiganya” (Hadits Riwayat Ahmad dan Tirmidzi).
Aktivitas berduaan/khalwat antara non mahram rawan sekali akan bisikan setan. Tidak hanya dalam bentuk “khalwat real/nyata”, tetapi juga dalam bentuk “khalwat virtual/maya” lewat media sosial ataupun media komunikasi lainnya. Karena itu, proses ta’aruf perlu didampingi oleh pihak ketiga yang akan ‘mengawal’ selama berjalannya proses sekaligus menjembatani komunikasi pihak-pihak yang berta’aruf agar proses bisa lebih terjaga. Selain itu, perantara/pendamping ini dapat berfungsi juga sebagai ‘informan’ dalam tahap ‘observasi pra-ta’aruf’ di tahap persiapan selanjutnya.
5. Observasi Pra-ta’aruf
Observasi pra-ta’aruf berfungsi untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi mengenai sosok yang sekiranya cocok dengan kriteria yang Anda dan orang tua Anda harapkan. Perhatikan lingkungan sekitar, baik itu lingkungan rumah, lingkungan kantor, lingkungan organisasi yang diikuti, atau bisa juga lewat media sosial yang Anda gemari. Cari ‘target’ yang Anda nilai masuk kriteria yang Anda sepakati dengan orang tua, yang tentunya faktor agama jadi prioritas nomor satu.
Lakukan observasi ini secara tertutup, tidak perlu si target tahu. Bisa Anda sendiri yang melakukan, lewat pendamping Anda, ataupun dari rekan terdekat si target. Apakah si target sudah siap menikah? Apakah si target sudah boleh menikah? Apakah si target tidak dalam proses lamaran? dan informasi lainnya. Kalau kondisinya ‘available’, tinggal pastikan lewat penelusuran informan bahwa kriteria yang si target harapkan juga ada di diri Anda agar saat ‘pengajuan ta’aruf’ nanti berpeluang besar untuk diterima.
Sudah mantapkah persiapannya? Banyak-banyak berdoa ke Allah SWT agar dimudahkan ikhtiarnya, mantapkan hati, dan bismillaahirrahmaanirrahiim, saatnya eksekusi!
Tahap Pelaksanaan Ta’aruf
1. Pekan 1: Proses Tukar Menukar Biodata
Awali proses dengan mengajukan biodata Anda ke pendamping/perantara ta’aruf agar yang bersangkutan menyampaikannya ke si target yang sudah Anda tetapkan, dan mintakan juga biodatanya untuk sama-sama istikharah-kan. Teknis proses tukar menukar biodata secara lengkap bisa dilihat di tautan ini.
Agar diingat juga anjuran di hadits ini:
Rasulullah saw bersabda: “Rahasiakan pinangan, umumkanlah pernikahan (Hadits Riwayat Ath Thabrani)
Pinangan/lamaran pernikahan diperintahkan untuk dirahasiakan, tentunya proses ta’aruf yang mendahului pinangan tersebut juga perlu dirahasiakan. Tetap jaga kerahasiaan proses ta’aruf yang Anda jalani hingga pengumuman pernikahan Anda nanti.
2. Pekan 2: Proses Mediasi Ta’aruf Online
Adanya kemajuan teknologi internet bisa dimanfaatkan dalam tahapan proses ta’aruf ini. Untuk lebih memantapkan hati, pendamping ta’aruf bisa memfasilitasi diskusi dan tanya jawab lewat perantaraan email pendamping di pekan kedua. Teknisnya bisa seperti ini : Akhwat menyampaikan pertanyaan yang ingin didiskusikan lewat email ke email si pendamping -> Pendamping meneruskan pertanyaannya ke email Ikhwan -> Ikhwan menjawab pertanyaan Akhwat sekaligus menyampaikan pertanyaan ke Akhwat lewat email pendamping -> Akhwat menjawab pertanyaan Ikhwan sekaligus menyampaikan pertanyaan tambahan ke Ikhwan -> dan seterusnya hingga kedua pihak merasa mantap hatinya untuk melanjutkan proses.
3. Pekan 3: Proses Ta’aruf Langsung/Mediasi Ta’aruf Offline
Dari Al-Mughiroh bin Syu’bah radhiyallahu’anhu bahwasannya beliau melamar seorang wanita maka Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam pun berkata kepadanya “Lihatlah ia (wanita yang kau lamar tersebut) karena hal itu akan lebih menimbulkan kasih sayang dan kedekatan di antara kalian berdua.”
Pekan ketiga dapat dimanfaatkan untuk proses ta’aruf secara langsung/ta’aruf offline perdana, tentunya setelah kedua belah pihak merasa mantap untuk lanjut proses setelah proses tukar menukar biodata dan bertanya jawab lewat email. Sosok si target mungkin saja selama ini hanya dikenal lewat media sosial saja, sehingga perlu Anda ketahui bahwa sosoknya memang nyata. Atau mungkin sudah kenal, tapi hanya kenal selintas saja dan belum terlalu jauh. Dengan adanya ta’aruf offline maka kondisi nyata pihak yang berta’aruf dapat diketahui lebih jauh dibandingkan dengan hanya melihat beberapa halaman biodata saja.
Teknis proses ta’aruf secara langsung dan panduan bagi mediator ta’aruf offline dapat dilihat di tautan ini.
4. Pekan 4: Proses Istikharah
Pekan keempat dapat Anda gunakan untuk istikharah, menimbang-nimbang kembali proses yang telah Anda jalani, apakah mantap untuk melanjutkan proses atau tidak. Pekan ini bisa Anda manfaatkan juga untuk menggali informasi lebih jauh ke rekan terdekat si target, bisa dari saudaranya, tetangganya, ataupun rekan kerjanya. Apabila sama-sama menemukan kemantapan untuk melanjutkan proses, maka dapat dilanjutkan ke proses ta’aruf ke keluarga di pekan berikutnya.
5. Pekan 5: Proses Ta’aruf Ikhwan ke keluarga Akhwat
Pekan kelima bisa mulai dimanfaatkan untuk bersilaturahim ke keluarga masing-masing, karena sejatinya proses ta’aruf tidak hanya melibatkan si ikhwan dan si akhwat saja, tetapi juga keluarga kedua belah pihak. Untuk awalan proses ta’aruf keluarga, si ikhwan bisa bersilaturahim ke pihak akhwat terlebih dulu dengan didampingi rekan terdekat, belum perlu membawa serta pihak keluarga ikhwan agar keluarga akhwat tidak ‘kaget’ karena kedatangan keluarga besar ikhwan yang baru sekali itu bertemu. Kesempatan pertama diberikan ke si ikhwan dengan pertimbangan keluarga akhwat yang cenderung lebih banyak pertimbangan dibandingkan pihak keluarga ikhwan yang cenderung menyerahkan urusan jodoh ke si ikhwannya sendiri.
Di agenda silaturahim ini, pihak keluarga akhwat berkesempatan untuk lebih mengenal si ikhwan, gali sebanyak-banyaknya informasi mengenai si ikhwan sehingga pihak keluarga akhwat bisa mengetahui seperti apa profil si ikhwan ini. Bagi ikhwan yang ‘kreatif’ bisa saja dibuat semacam ‘video testimonial’ dari saudara, tetangga kanan kiri, pengurus masjid, ataupun rekan kerjanya, dan diputarkan saat silaturahim untuk menggambarkan sosok si ikhwan menurut pandangan keluarga, tetangga, pengurus masjid, dan lingkungan kerja. Bagaimana kebiasaannya di rumah, bagaimana interaksinya dengan tetangga, bagaimana aktifnya dia di masjid, dan bagaimana pula aktivitasnya dalam dunia kerja bisa diketahui dari beberapa orang tersebut.
Apabila dalam satu kali silaturahim belum bisa meyakinkan pihak keluarga akhwat, bisa diagendakan beberapa kali silaturahim di pekan ini, tentunya tetap dengan adanya pendamping. Bisa juga pihak keluarga akhwat dipersilakan untuk menelusuri secara langsung ke orang-orang tersebut, ataupun lewat ‘utusan’ keluarga yang tepercaya agar informasi yang didapat lebih valid.
6. Pekan 6: Proses Ta’aruf Akhwat ke Keluarga Ikhwan
Apabila tanggapan keluarga akhwat positif, maka gantian pihak akhwat yang didampingi untuk bersilaturahim ke keluarga si ikhwan di pekan keenam. Agendanya serupa, yaitu agar keluarga pihak ikhwan bisa mengetahui seperti apa profil si akhwat itu. Sama seperti proses silaturahim sebelumnya, beri kesempatan pihak keluarga ikhwan untuk lebih mengenal si akhwat, gali sebanyak-banyaknya informasi mengenai si akhwat sehingga pihak keluarga bisa mengetahui seperti apa profil si akhwat ini.
7. Pekan 7: Proses Ta’aruf Antar Kedua Keluarga
Apabila tanggapan keluarga ikhwan juga positif ke si akhwat, maka di pekan keenam bisa diagendakan silaturahim antar kedua keluarga. Pihak ikhwan bersilaturahim ke keluarga pihak akhwat dengan didampingi keluarganya, untuk awalan tentunya belum perlu membahas masalah khitbah dan pernikahan agar keluarga pihak akhwat tidak ‘kaget’. Manfaatkan agenda ini untuk ta’aruf antar kedua keluarga, berikan kesempatan kedua keluarga untuk mengenal lebih jauh kondisi keluarga yang lain.
8. Pekan 8: Proses Khitbah/Lamaran
Apabila tanggapan kedua keluarga positif, si ikhwan tidak perlu ragu lagi untuk menyatakan keseriusan dalam bentuk khitbah/lamaran di pekan kedelapan. Pihak keluarga besar ikhwan (dengan jumlah keluarga yang lebih banyak dari silaturahim sebelumnya) bersilaturahim ke pihak akhwat untuk mendampingi pihak ikhwan dalam menyatakan lamarannya. Karena sebelumnya sudah dikondisikan dan sama-sama positif tanggapannya, insya Allah proses lamaran akan berjalan lancar & lamaran akan diterima. Jangan lupa sepakati tanggal menikah juga di acara lamaran ini, tentunya diikhtiarkan sesuai target awal yaitu sebulan lagi. Kalaupun kedua keluarga menginginkan acara yang cukup besar yang membutuhkan banyak persiapan, bisa dikondisikan agar bulan depan setidaknya bisa diselenggarakan akad nikah dulu dan walimahnya bisa menyusul setelahnya.
9. Pekan 9 – 11: Proses Persiapan Pernikahan
Proses persiapan pernikahan cukup dalam rentang waktu ini. Insya Allah dengan koneksi Anda yang luas akan ada banyak rekan yang siap membantu. Berkoordinasilah dengan calon pasangan dalam hal-hal yang diperlukan seperti halnya dalam menyiapkan undangan dan penyebarannya, berapa anak yatim dan dari panti asuhan mana yang akan diundang untuk diberi santunan, menyiapkan jamuan, dekorasi, dan hal-hal lain yang penting dikoordinasikan.
Tidak perlu menanyakan “Apakah Akhi sudah shalat subuh di masjid?” atau “Apakah ukhti sudah selesai tilawah 1 juz hari ini?” yang membuat desiran hati yang belum ‘halal’ selama masa penantian, karena insya Allah calon pasangan yang Anda pilih karena agamanya tidak akan melupakan hal itu. Tetaplah jaga hati dan interaksi hingga hari pernikahan tiba, karena sebelum ijab kabul terucap syariat tetaplah membatasi. Bila khawatir tidak dapat menjaga hati, koordinasikanlah persiapan pernikahan dengan perwakilan pihak keluarga calon pasangan, tidak langsung dengan si calon pasangan.
10. Pekan 12: Hari Pernikahan
Apabila semua tahapan proses berjalan lancar, insya Allah ijab kabul dapat terucap di pekan keduabelas.
“Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair (Semoga Allah memberi berkah padamu, dan semoga Allah memberi berkah atasmu, dan semoga Ia mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan)”
Apakah pemaparan di atas sekadar teori saja, prakteknya yang susah? Tidak juga. Berikut ini beberapa pengalaman kami (saya & istri) dalam mendampingi proses ta’aruf offline, setelah sebelumnya tukar menukar biodata dan mediasi online:
Pasangan pertama: Kami dampingi pertemuan offline perdananya di salah satu gerai bakso daerah Cempaka Putih tanggal 28 Oktober 2010, alhamdulillah menikah tanggal 13 Februari 2011. (Proses lebih dari 12 pekan, salah satunya karena faktor jarak kedua belah pihak yang terpisah lumayan jauh, Jakarta – Jogja)
Pasangan kedua: Kami dampingi pertemuan offline perdananya di salah satu masjid daerah Menteng tanggal 27 April 2011, alhamdulillah menikah tanggal 9 Juli 2011. (Proses kurang dari 12 pekan)
Pasangan ketiga: Kami damping pertemuan offline perdananya di salah satu masjid daerah Bekasi tanggal 2 Februari 2013, Alhamdulillah menikah tanggal 12 Maret 2013. (Proses kurang dari 12 pekan)
Insya Allah, ikhtiar 12 Pekan Meraih Sakinah bisa tercapai apabila dipersiapkan dengan mantap, diikhtiarkan dengan sigap, diiringi doa yang terus terucap, dan jika Allah berkehendak bisa dijalani dalam sekejap.
Semoga bermanfaat, wallahua’lam bishawab.
Redaktur: Ardne
Sumber: dakwatuna/@
kartun.muslimah

Rabu, 30 September 2015

Efek Mengkonsumsi Ceker Ayam


Anda Suka menyantap ceker ayam? Jika iya berikut ini akibatnya yang harus anda tanggung, Kenyataannya tidak semua orang terpaku pada bagian dada dan paha ayam saja, banyak juga yang suka makan bagian cekernya karena memang bagi mereka ceker ayam ini rasanya super nikmat meski dagingnya sedikit.

Efek Mengkonsumsi Ceker Ayam 

► Ceker Ayam Ternyata Baik untuk Kesehatan karena Kandungan Zat Kapurnya

Ceker ayam ternyata tidak sesederhana hanya enak di makan saja, tapi ternyata oke juga untuk kesehatan karena mengandung zat kapur. Bagi yang belum tahu, zat kapur sangat bermanfaat bagi penderita reumatik. Justru malah ceker ayam inilah yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh mereka yang memiliki sakit reumatik. Dengan konsumsi yang teratur maka reumatik akan berhasil disembuhkan karena kandungan zat kapur yang dibutuhkan tubuh sudah cukup terpenuhi.

► Ceker Ayam Mengandung Kolagen

Mungkin beberapa dari kita belum begitu mengerti tentang apa itu kolagen dan apakah berarti akibat menyantap ceker ayam itu baik. Kolagen dikenal sebagai salah satu jenis protein yang dibentuk dari hydrogen, oksigen dan karbon dan terdiri dari asam amino; Arginine, Hydroxyproline, dan Glycine. Jaringan tubuh manusia, seperti halnya kuku, rambut, tulang rawan, otot, tendon, tulang, dan kulit didukung dan dihubungkan oleh kolagen. Ini pun juga fakta bahwa kolagenlah yang membentuk kulit kita sebanyak 75% dan bahkan kolagen itu sendiri ada dalam tubuh kita sekitar 33%.

Itu artinya, menyantap ceker ayam tidak pernah salah apalagi bagi wanita yang ingin memiliki kulit mulus dan cantik karena kandungan kolagennya mampu memenuhi keinginan tersebut. Ini dia beberapa manfaat kolagen yang bisa disimak.

- Kemerahan karena kulit yang sensitif atau kena radang bisa dikurangi.
- Kulit menjadi lebih lembut dan cerah.
- Kulit menjadi lebih kenyal seperti halnya kulit bayi.
- Elastisitas dan kekencangan kulit ditingkatkan.
- Keriput dan garis-garis kecil tanda-tanda penuaan dini bisa dikurangi.
- Sistem pembuluh darah menjadi lebih kuat dan lancarnya peredaran darah juga merupakan keuntungan menyantap ceker ayam.
- Bekas jerawat bisa dihilangkan dan dicegah untuk kembali.
- Kulit yang tadinya pecah-pecah dan sangat kering bisa dijadikan kembali halus dan normal.
- Timbulnya jerawat bakal dicegah dan bagi yang sedang berjerawat, penyembuhan akan lebih cepat ketika kulit mengonsumsi kolagen.
- Warna kulit yang kurang merata akan lebih merata dan bersinar.
- Bagian-bagian tubuh yang terlihat hitam akan menjadi lebih putih, seperti bagian siku, ketiak, dan bibir pun juga bisa jadi merah muda yang tadinya banyak pigmen hitamnya.

Ceker Ayam untuk Obat Arthritis karena Kandungan Kartilagonya
Manfaat menyantap ceker ayam tidak hanya sampai situ saja karena ternyata ada kandungan lain yang baik bagi penderita arthritis, yaitu kandungan kartilago yang memainkan peran besar bagi sendi-sendi tubuh kita. Kartilago ini merupakan nutrisi yang tidak boleh dilewatkan oleh tubuh karena sendi-sendi kita dilancarkan oleh kandungan tersebut. Rasa sakit yang biasanya timbul akibat arthritis bisa diminimalisir dengan kartilago.

► Ceker Ayam juga Bisa Cegah Osteoporosis 

Tanpa disadari ceker ayam banyak mengandung protein yang membantu merawat kulit, otot, tulang, dan kolagen. Kolagen adalah sejenis protein jaringan ikat yang liat dan bening berwarna kekuning-kuningan. Jika terkena panas, kolagen akan mencair jadi agak kental seperti lem.

Susunan utama pada ceker ayam adalah asam amino, yaitu komponen dasar protein. Dalam asam amino sendiri terdapat glisin-prolin, hidroksiprolin-agrinis-glisin. Ceker ayam juga mengandung zat kapur dan sejumlah mineral.

Kalsium memang mempunyai andil besar membangun dan mempertahankan kekuatan tulang, termasuk membantu mengatur detak jantung, pertumbuhan otot, dan mencegah pengumpatan darah.

Di Cina, ceker ayam sering menjadi bahan tambahan untuk menu sup mereka karena memang dipercaya bahwa dengan menyantapnya bakal awet muda. Selain itu, para ahli bela diri di sana juga memakan ceker ayam dengan teratur karena pergerakan mereka bisa menjadi lebih lancar.


©IYK 2015


Kamis, 25 Juli 2013

Apa Arti Cinta ??

Cinta Adalah Kekuatan Bukan Kelemahan ,,,

Cinta menjadikan seseorang seakan-akan baru dilahirkan ke dunia. Kekuatan yang demikian kokoh ini bisa terbang hingga ke tingkat yang tertinggi. Namun, kadang bisa pula menukik tajam dan turun kebawah sampai ke level cinta yang paling rendah. Jangan pernah kamu bayangkan suatu ketika cinta akan menyapa diri kamu, kemudian ia berlalu begitu saja tanpa ada jejak yg ia tinggalkan, baik itu moral maupun nilai kemuliaan diri kamu. Karena itu, cinta bisa juga memberikan pengaruh berbahaya.

"Bila kamu bisa menycintai, maka kamu pastibisa melakukan segala hal" - AC -

Saat kamu jatuh cinta, itu bukanlah saat yang negatif, tapi adalah saat-saat yang positif. Cinta bukanlah kekuatan yang dengan sendirinya jatuh menimpa seseorang. Sesungguhnya cinta adalah kekuatan manusia yang dengannya ia menjadi terikat dengan alam sekitar. Selain itu, juga kekuatan yang menjadikan dunianya menjadi nyata.

Karenanya, apabila kamu ingin bisa membedakan antara cinta sejati dengan cinta yang manipulatif, ingatlah bahwa cinta sejati itu akan membawa diri kamu pada nilai yang tinggi. Selain itu, setiap hari kamu akan merasakan bahwa kamu semakin menjadi manusia yang lebih mulia. Kita tahu, cinta mendorong nilai-nilai manusiawi, kemudian memberikan kepada kamu panduan moralitas dan kemuliaan. Sedangkan cinta manipulatif akan merusak kepribadian karna cinta syahwati yang menurunkan harga diri.

- Cinta itu adalah ketika kamu sibuk dengan seseorang yang kamu kagumi -
  
                       
 ©IYK 2013
                    

Minggu, 14 Juli 2013

It's Me

Perkenalan 1
hay...
perempuan pada gambar di atas ini, panggil saja intan atau mia.
gadis berlesung pipit sebelah ini pada dasarnya pemalu, tapi kalau sudah kenal asyik ko malah cenderung bawel alias cerewet hehe,,
gadis ini berasal dari keluarga sederhana, dia tiga bersaudara, dia adalah anak paling besar, dan dia mempunyai dua orang adik, satu laki-laki dan satu perempuan, ke 2 adiknya ada idungnya, ya hanya dia saja yang pesek -_-..
tapi biar pun pesek tetap saja dia kece (pede banget ya)..
udah ah udah..
hehehe
testing
***